Bicara soal flick romantis sebenarnya nggak selalu tentang kebahagiaan yang bikin perasaan terbuai. Adakalanya film-flick romantis dibumbui oleh cerita yang mengangkat problematik cukup rumit. Sehingga, ada beberapa film yang awalnya kita berikan term ‘romantis’, lalu beralih ke tema toxic dating.
Sadar atau nggak, film-film poisonous relationships ini berikan pandangan kalau menjalin hubungan bukan cuma modal cinta dan sayang doang. Kita tetap perlu realistis dan berpikir secara jernih saat lagi sayang-sayangnya sama lorsque dia lo. Apa saja filmnya, ya? Simak nih, siapa tahu bisa jadi pelajaran buat kita.
Mengangkat tema romantisme antara manusia dan vampir, “Twilight Tale” jadi bukti betapa bucinnya seorang Bella Swan kepada carried out kekasih, A vampire named edward. Yah, bagaimana tidak? Cinta mereka berdua terhalang oleh realitas dunia yang berbeda. Jika tetap menjadi manusia, lambat laun Bella akan menua dan meninggal. Sementara sebagai vampir, Edward tetap hidup abadi. Karena itu, Bella yang sempat galau akhirnya memutuskan untuk jadi vampir-demi bisa hidup berdampingan terus dengan Edward. Perjuangan Bella menjalin cinta dengan Edward pun bisa kamu lihat sejak movie pertama, “Twilight” hingga rumah tangga mereka sebagai pasangan vampir dalam movie “Cracking Dawn Area II”. Nggak cuma bucin, Bella mengikuti hampir semua yang diinginkan Edward. Hadeeh!
Flick bucin lainnya, tapi mengangkat kisah cinta yang umum terjadi di masyarakat ada pada flick “(500) Days of Summer“. Bercerita tentang kedekatan antara Tom Hansen dengan June Finn yang penuh nano-nano. Sejak awal kenal, Summer sudah beri tahu ke Tom kalau dirinya nggak mau menjalin hubungan serius. June hanya ingin akrab, dekat, dan menikmati kesenangan bersama Tom saja. Sebaliknya Tom, dari pertama bertemu justru melihat June sebagai cinta sejatinya yang ingin diseriusi. Awalnya, perbedaan prinsip keduanya ini nggak jadi masalah, tapi lambat laun jadi state besar.
Rasa cinta dan sayangnya Tom, lalu keengganan June menjalin hubungan lebih jauh, membuat Summer akhirnya meninggalkan Tom dan menikah dengan pria lain. Hari-hari dan segala hal yang telah Tom lakukan sewaktu bersama Summer menunjukkan betapa poisonous relationships ada pada movie ini. Kalau dipikir-pikir, sudah sejak awal June beri tahu Tom kalau hubungan mereka sekadar relasi ringan, tapi Tom malah makin cinta. Duh, sulit deh!
Kisah cinta semasa SMA memang penuh drama, film “Posesif”. Berkisah tentang dua murid SMA satu sekolah bernama Lala Anindhita dan Yudhis Ibrahim yang berpacaran. Saking cintanya kepada Lala, Yudhis kerap bersikap sangat posesif tiap harinya. Lala pun jengah dan mereka sering berseteru lantaran sikap terlalu posesif yang Yudhis tunjukkan kepadanya. Masalah semakin besar ketika mereka akan kuliah karena beda kota. Pada titik inilah, hubungan berpolemik nggak hanya terjadi https://datingranking.net/tr/grizzly-inceleme/ pada Lala dan Yudhis, namun juga orang tua keduanya-yang juga toksik. ??
Motion picture “Dua Garis Biru” bercerita tentang gaya pacaran anak remaja yang kebablasan. Dengan berstatus masih siswa-siswi berseragam sekolah, Bima dan Dara melakukan hubungan suami-istri hingga akhirnya Dara hamil. State pun muncul yang nggak hanya mengusik psikis keduanya, namun juga keluarga serta hubungan mereka dengan teman-temannya. Berbagai keputusan besar mereka hadapi demi masa depan bersama. Di sinilah mereka dipaksa untuk menjadi lebih dewasa dan mandiri untuk menjalani rumah tangga yang nggak mudah bagi pasangan remaja.
Selama ini kita mungkin nggak sadar kalau dongeng Disney “Charm as well as the Monster” mengangat tema dangerous matchmaking. Seorang Belle yang pemberani, jatuh cinta pada sosok beast yang mengurung carried out ayah dan dirinya di penjara dalam istana megahnya. Yah, kalau dipikir-pikir masa iya mau jatuh cinta sama sosok yang seperti itu? Belum lagi, cara si Monster memperlakukan Belle yang begitu kasar-adegan saat Belle menolak ajakan makan malam, dan adegan lainnya yang menunjukkan bahwa cinta itu nggak bisa dipaksakan seperti itu.